Tampilkan postingan dengan label Lidah dan Perut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lidah dan Perut. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Oktober 2011

NasdukBuCih

Sudah lima hari lamanya saya melakukan perjalanan antar kota antar propinsi setiap harinya pagi dan sore hari. Inilah yang membuat saya akrab dengan bau-bauan. Mulai bau sampah busuk sampai bau parfum wangi.Saya juga akrab dengan berbagai macam jenis penampakan manusia. Dari berbagai tone warna dan ragam keelokan dan keunikan rupanya.


Sebelum lebaran kemaren saya diberitahu oleh Bos,bahwa saya akan dimutasikan ke Bogor. Dari situlah sejarahnya hingga saya harus melakukan perjalanan panjang tiap harinya dengan kereta api. Berkat itu juga saya bisa tau juga bahwa di sekitar stasiun Gondang dia ada beberapa warung yang sepertinya menarik untuk dicoba.

Jumat, 29 Juli 2011

Little Jogja in the heart of Jakarta

Malam hari kemaren saya sampai jam 8 masih di kantor. Jam 8 masih belum makan malam, karena itu ketika datang ajakan dari teman untuk makan malam di Sabang (salah satu jalan di Jakarta Pusat yang terkenal dengan kulinernya, artinya banyak warung dan restoran berdiri di sepanjang jalan Sabang.)
"mau makan di mana?" tanya saya
"makan di gudeg gledeg di sabang yuk!" jawab teman saya.
Mendengar namanya saja sudah terbayang rasa jenis apa yang akan disajikan.
Tidak memedulikan kondisi perut yang masih agak berirama cha-cha karena sudah dua hari tidak berhenti makan pedas saya nekat iya kan saja (glek!) nelan ludah.